ASUS ExpertBook B7 Flip (B7402) Teman Tangguh Si Pedagang

ASUS ExpertBook B7 Flip (B7402)

Beberapa hari sebelum wisuda, saya sempat bertemu dan berbincang dengan dosen sekaligus Kepala Jurusan di kampus saya. Saat itu beliau bertanya apa saya sudah melamar kerja atau mendapat pekerjaan. Dengan sumringah saya menjawab, saya sudah diterima bekerja di salah satu bank BUMN. Saya perhatikan ekspresi beliau cenderung datar, bukan reaksi yang saya harapkan. Setelah diam beberapa detik, beliau berkata, “Bagus. Tapi sebenarnya saya lebih suka lulusan (jurusan) kita kerja di sektor riil. Yang memutar langsung roda perekonomian”. Beberapa tahun kemudian, kalimat itu terus bersemayam di kepala saya. Dan menemukan jalannya mewujud dalam sebuah tindakan.

Berdagang Tidak Menyejahterakan

Bekerja di sektor riil yang dimaksud dosen saya adalah bekerja di perusahaan yang langsung bergerak di sektor riil, bukan perusahaan intermediari seperti bank. Namun, saat itu saya memerlukan pekerjaan, dan bank terasa tidak terlalu buruk. Ditambah lagi, saya diizinkan pindah ke bank syariah yang merupakan anak perusahaan dari bank BUMN tersebut, bahkan sebelum saya mulai bekerja.

Bekerja di sektor riil bukan tidak pernah saya lakukan. Saya telah bersentuhan dengan kegiatan berdagang sedari kecil. Setelah Papa di-PHK dari tempat kerjanya, ia memutuskan bekerja sebagai pedagang. Saat duduk di bangku SD, saya ikut berjualan bersama Papa di Pasar Senen. Saya turut menyiapkan dagangan, melayani pelanggan, dan juga menghitung uang yang diterima. Tidak jarang juga Papa mengajak saya bertemu pemasok barang.

Di rumah, keluarga kami mempunyai sebuah warung kecil yang menjual sembako. Sering saya ikut Papa membeli kebutuhan warung ke agen besar, menjaga warung, melayani pembeli, dan segala yang bisa dilakukan oleh anak usia SD. Saya besar dengan memiliki pengalaman berdagang. Tapi, pada memori saya terekam kalau berdagang tidak bisa menghidupi keluarga.

Keluarga kami tetap hidup di bawah garis kemiskinan. Jangankan memikirkan biaya sekolah, kami sering khawatir apakah besok bisa makan atau tidak. Untuk tetap bisa bersekolah, saya mengandalkan keringanan biaya dan beasiswa. Atas izin Allah, saya bisa menyelesaikan bangku pendidikan hingga kuliah. Begitulah sektor riil yang digeluti keluarga saya tidak memberikan kenangan indah.

Pengalaman berdagang

Setelah dewasa, barulah saya menyadari kenapa usaha berdagang keluarga saya tidak menghasilkan untung yang signifikan. Salah satu alasanya adalah karena adanya miss management dalam keuangan. Dengan pengetahuan seadanya, Papa menjalankan usaha dengan mencampur keuangan keluarga dan keuangan usaha. Hal ini diperparah dengan modal kerja yang berasal dari pinjaman bank dengan bunga yang tinggi. Kondisi ini terus menggerogoti keuangan keluarga kami hingga akhirnya usaha Papa berhenti dengan sisa utang yang masih mengejar.

Perbaiki Kesalahan, Mulai Lagi Berdagang

Dengan diterimanya saya bekerja di bank syariah, saya memiliki kesempatan untuk melunasi semua utang-utang Papa. Selama kurang lebih satu tahun setelah bekerja, seluruh utang Papa lunas. Alhamdulillah. Sungguh kelegaan yang luar biasa.

Saya tidak lagi berpikir untuk berdagang sampai pada suatu saat seorang teman menmberikan challenge saat kami berkunjung ke Asemka. Saya di-challenge untuk membeli barang dari Asemka dan menjualkannya. Selama satu minggu barang tersebut harus sudah laku terjual. Tidak sampai satu minggu, 3 hari barang sudah laku terjual dengan banyak permintaan restock. Adrenalin saya bangkit. Saya kembali lagi ke Asemka untuk membeli barang lebih banyak dan menjualnya lebih banyak lagi. Tidak cukup berjualan offline, saya merambah media sosial. Permintaan pun datang dari luar Jawa. Saya mulai mengirimkan barang ke luar pulau.

Dari segi pencatatan keuangan, saya sudah pisahkan modal kerja dan keperluan pribadi. Saya pun memulai berdagang dengan menggunakan tabungan pribadi. Saya sangat berharap kesalahan yang lama tidak terulang lagi. Kepercayaan diri saya mulai bangkit tapi sayangnya kondisi tersebut tidak berlangung lama. Saya memutuskan berkuliah lagi dan ternyata kesibukan kuliah terasa sulit disambi dengan berdagang.

Berdagang yang Mengalirkan Manfaat

Sibuk dengan kerja dan kuliah S2, ide tentang berdagang tidak pernah muncul lagi. Sampai pada akhirnya saya menikah dengan suami dua tahun setelah lulus kuliah. Perjalanan berdagang kami pun diawali dengan ketidaksengajaan. Setelah pulang dari itikaf di pagi hari sehari sebelum lebaran, listrik kami bunyi minta diisi. Warung yang menjual token banyak yang sudah tutup karena mudik. Mondar-mandir mencari penjual token (dulu belum ada jual-beli token di market place seperti sekarang), akhirnya suami menemukan toko yang menjual token listrik. Listrik bisa diisi beberapa jam kemudian.

Kesal dengan peristiwa tersebut, suami browsing penjual token listrik online, biar bisa beli token listrik sesegera mungkin bila listrik habis. Lalu, ia menemukan vendor pulsa dan listrik dengan harga yang sangat miring. Lalu terpikirlah ide itu: berjualan pulsa. Orang-orang mungkin melihat jualan pulsa tidak menjanjikan. Tapi kami tetap tekuni karena berjualan pulsa relatif nyaman untuk kami yang dua-duanya bekerja. Jadilah saya dan suami berjualan pulsa dan paket data.

Semakin ditekuni, berdagang pulsa ini kian menjanjikan. Kami catat dengan rapi arus masuk-keluar uang hasil berjualan. Kami pasarkan ke orang-orang terdekat hingga orang-orang tersebut membawa pelanggan tetap dari keluarga atau teman mereka. Tidak hanya kepada orang per orang, kami juga menawarkan kerjasama pengisian pulsa untuk kolektif. Dari klien dengan kurang dari 10 nomor hingga lebih dari seribu nomor.

Dengan omset tahunan di atas 300 juta, dalam 2 tahun modal kami sudah meningkat menjadi 3 kali lipatnya modal awal. Bukan omset atau berlipatnya modal yang paling menggembirakan. Betapa usaha ini memberikan manfaat bagi orangtua kami yang paling kami syukuri. Sebagian keuntungan bersih dari usaha ini kami berikan kepada kedua ibu kami yang janda. Dari sini saya memahami, jika prosesnya benar, berdagang bisa menghidupi keluarga.

Keuntungan berdagang menyejahterakan

Lagi-lagi kami mengalami benturan. Di tahun ketiga, vendor pulsa kami gulung tikar dan kami belum menemukan vendor lain yang cocok. Saat masa pencarian vendor, kami menyadari banyak keterbatasan untuk melanjutkan berdagang pulsa. Saat itu anak pertama saya masih 1.5 tahun dan saya sedang hamil anak kedua. Akhirnya, saya dan suami memutuskan berhenti sejenak berdagang sampai kondisi kembali memungkinkan.

Merencanakan Come Back Berdagang

Saya sudah menetapkan hati, tahun ini akan dimulai petualang baru dalam berdagang. Setelah 4 tahun rehat, saya kira ini kondisi yang memungkinkan untuk saya kembali berdagang. Anak pertama saya akan mulai sekolah tahun ini dan anak kedua saya sudah bisa diajak kompromi dengan kondisi sekitar. Dengan peran sebagai ibu rumah tangga yang juga menulis blog sebagai hobi, saya akan memulai menapaki lagi dunia berdagang. Harapan saya masih sama: semoga hasil usaha ini tidak hanya bermanfaat untuk keluarga inti tapi juga keluarga besar. Semoga usaha ini bisa langgeng dan menjadi warisan anak-cucu kelak. Aamiin.

Salah satu step persiapan yang sudah saya lakukan adalah belajar muamalah dasar. Ini value dasar yang akan saya jaga, berdagang harus tahu halal-haram dari kegiatan berdagang tersebut. Harapannya, kegiatan yang dilakukan di dunia tetap bernilai akhirat. Selain itu, masih banyak step yang perlu dikerjakan.

Karena tidak lagi berjualan pulsa, mungkin saya akan menghabiskan waktu lebih banyak untuk browsing dan mondar-mandir survei vendor. Kondisinya mungkin agak riweuh, tapi kemungkinan besar bisa dikontrol. Karenanya, saya perlu bantuan tool yang mumpuni untuk keperluan mobilitas dan produktivitas kegiatan saya ke depannya. Saya butuh laptop yang mumpuni. Kenapa laptop bukan handphone? Agar tidak mudah ter-distract, saya rasa akan lebih baik untuk menunjang produktivitas menggunakan tool yang berbeda dengan alat komunikasi yang biasa digunakan. Saya melirik ASUS Expertbook B7 Flip (B7402).

Berdagang dengan ASUS ExpertBook B7 Flip

ASUS Expertbook B7 Flip (B7402) untuk Pedagang Produktif

Kenapa pilih ASUS B7 Flip (B7402) untuk menunjang kegiatan berdagang?

ASUS sebenarnya bukan merk yang asing di keluarga kami. Laptop pertama yang dimiliki suami saya adalah ASUS K40IJ. Laptop ini dibeli secara cicil oleh Abang Suami yang kemudian cicilannya dilanjutkan oleh suami yang saat itu masih berkuliah. Karena penggunaan yang kurang apik, beberapa tombol keyboard sudah lepas. Kecuali kondisi keyboard, fungsi laptop ini masih prima. Saya masih menggunakannya untuk keperluan anak-anak menonton dan menulis sesekali. Tidak ada isu dalam penggunaannya. Ketangguhannya ini menarik hati.

Tidak dipungkiri, ASUS termasuk salah satu merk laptop yang terus mengalami pengembangan dan pembaruan secara progresif. Salah satu yang terbaru adalah ASUS Expertbook B7 Flip (B7402) yang dikeluarkan untuk menunjang kegiatan bisnis yang membutuhkan mobilitas dan produktivitas tinggi. Cocok untuk pelaku UMKM!

Koneksi Stabil yang Selalu Terhubung

Efek dari pandemi selama 2 tahun membuat gaya hidup daring semakin menjadi tren, termasuk jual-beli daring. Usaha saya sebelumnya pun berjalan sebagian besar secara daring. Dan ke depannya, saya tetap akan mempertahankan konsep berjualan daring. Karenanya, saya membutuhkan laptop dengan koneksi yang cepat dan stabil. Beruntungnya, Expertbook B7 Flip tidak hanya dapat terhubung dengan jaringan 4G, tetapi juga 5G! ASUS Expert B7 Flip akan menjadi laptop pertama yang mendukung koneksi jaringan 5G di Indonesia.

Koneksi 5G diklaim memiliki kecepatan 10 kali lebih cepat dibandingkan jaringan 4G. Dengan jaringan 5G, kecepatan relatif stabil meskipun traffic jaringan sedang padat. Ditambah lagi, jaringan 5G memungkinkan kita berhubungan jarak jauh dengan minim lag! Kebayang kan kalau lagi jualan live streaming tapi lemot, bisa-bisa batal cuan!

Saya jadi terpikir, bagaimana jika pada area tersebut tidak ada jaringan 5G? Atau bahkan tidak ada jaringan wifi sama sekali? Ternyata Handiko Rahman menuliskan jawaban tersebut di blognya,

Meskipun bisa terhubung ke jaringan seluler 5G, ASUS ExpertBook B7 Flip tetap dilengkapi dengan opsi konektivitas melalui WiFi 6 (802.11ax). Nggak Cuma sampa di situ, laptop ini bahkan dilengkapi ASUS WiFi Master, teknologi yang memungkinkan laptop ini selalu terhubung ke sumber koneksi dengan kualitas tinual terbaik. Jadi ExpertBook B7 Flip bakal selalu punya koneksi yang bagus. Keren!

Cocok untuk saya yang multiperan yang akan lebih sering mobile untuk antar-jemput anak sekolah dan keperluan lainnya. Dengan jaminan konektivitas ExpertBook B7 Flip, tidak ada alasan untuk saya tidak produktif dimana pun dan kapan pun.

No Lemot Multitasking, Tinggal Sat-set

Sudah lah dilengkapi perangkat konektivitas yang mumpuni di segala jaringan, Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B7 Flip (B7402) juga diperkuat oleh prosesor Intel® Core™ generasi ke-11 terbaru dan juga Intel® Iris® Xᵉ graphics. Apa efeknya? Seperti yang tertera pada laman resmi intel.co.id,

Dengan performa yang disempurnakan AI hingga 5 GHz dan grafis Intel® Iris® Xe, laptop yang didukung oleh prosesor Intel® Core™ Generasi ke-11 mempercepat alur kerja aplikasi kreatif dan menghadirkan performa visual yang menakjubkan untuk desain grafis, pengeditan video, dan lainnya.

Masih belum cukup, ExpertBook B7 juga dilengkapi dengan RAM DDR4 sampai dengan 16 GB. Kapasitas memori ini masih bisa di-up lagi hingga 64 GB loh! ExpertBook B7 ini juga menggunakan penyimpanan PCle SSD berkapasitas hingga 2 TB! Kebayang banyak aktivitas yang bisa dilakukan secara bersamaan. Sembari jualan, sembari desain markom, sembari buka excel cashflow, sembari buka video streaming, dan masih harus buka tab-tab yang lain saya tidak akan khawatir perkara loading yang lama. Langsung sat-set, menghemat waktu banget.

Performanya yang prima didukung juga oleh Advance Hybrid Cooling System (AHCS) yang bikin kerja Expertbook B7 ini 55% lebih gesit. AHCS memungkinkan ExpertBook tetap bekerja hampir tanpa suara sembari mengeluarkan panas pada saat yang diperlukan. Dengan performa sebagus itu, baterai Expertbook B7 juga tangguh dipakai berlama-lama sampai dengan 12 jam! Bisa diajak begadang semaleman sampe pagi euy!

Elegan sekaligus Ergonomis

Expertbook B7 bewarna hitam elegan dengan body yang ringkas dan ringan. Dengan ketebalan yang tidak sampai 2 cm, laptop ini mempunyai berat 1,44 kg. Ringan banget untuk dibawa mondar-mandir tanpa beban berarti. Laptop setipis itu apa port-nya sedikit? Ternyata, ExpertBook B7 Flip ini punya port yang lumayan lengkap. Ada Thunderbolt 4 USB Type C, HDMI, Micro HDMI, USB Type A, dan 3.55 Combo Audio Jack. Lengkap!

ExpertBook B7 Flip Elegan dan Ergonomis

Walaupun ringkas, ExpertBook B7 tidak mengabaikan sisi ergonomis. Saat digunakan mengetik, engsel ErgoLift menaikan badan laptop pada posisi mengetik yang nyaman. Laptop ini memiliki full size keyboard dengan key travel 1.55 mm, kebayang jari-jari saya akan dimanjakan untuk kegiatan mengetik dalam jangka waktu lama. Pada saat membuat laporan keuangan, saya bisa memanfaatkan fitur NumberPad hanya dengan sekali ketuk di ikon NumberPad di sebelah kanan atas touchpad.

Lebar layarnya 14 inchi dengan rasio 16:10 memungkinkan ruang visaul yang lebih besar sehingga tidak perlu sering-sering scroll. Layar touch screen yang convertible hingga 360 derajat memberikan kenyamanan, bahkan pada kondisi yang sibuk. Saat ide datang dan perlu dicatat tapi tidak memungkinkan untuk mengetik, saya bisa melipat laptop B7 Flip pada sudut yang nyaman dan ambil stylus pen untuk catat note penting agar tidak lupa. Stylus pen ini juga asik digunakan untuk membuat desain markom pemasaran barang jualan.

Pada kondisi dimana saya harus mengikuti video conference atau belajar daring (harus selalu ningkatin ilmu dengan belajar ya), saya tidak akan khawatir dengan suara anak-anak yang teriak di belakang saya atau juga noise yang mengganggu dari pembicara webinar. Sebabnya, ExpertBook B7 ini dilengkapi dengan sistem Two-Way AI Noise-Cancelling. Bikin komunikasi jarak jauh real time jadi lebih nyaman.

Jaminan Keamanan

Saya yakin keamanan data saat ini penting untuk jadi perhatian kita semua, bukan hanya untuk pedagang atau pelaku bisnis. ExpertBook menjaga kita dengan sistem keamanan yang andal. ExpertBook B7 Flip dilengkapi dengan sistem pengenalan wajah menggunakan kamera inframerah. Selain itu, ada fitur fingerprint yang bisa digunakan dengan sekali sentuh pada tombol power laptop.

Kalau perlu membuka laptop di tempat umum, keamanan saya akan terlindungi dengan ASUS Private View. Jadi, saya tidak perlu khawatir orang-lain bisa lihat data yang terpampang di layar laptop. Saat menggunakan webcam-pun tetap aman karena ExpertBook punya webcam shield yang langsung dapat digeser di atas webcam saat diperlukan.

Sebagai keamanan tambahan, ExpertBook B7 Flip menggunakan Trusted Platform Module 15 (TPM) 2.0 yang menyimpan kata sandi dan kunci enkripsi. Untuk perlindungan secara fisik, laptop dapat dilindungi dengan Kensington Lock. Dahlah, bebas khawatir pokoknya. Si paling bisa bikin hati tenang!

Kuat, Bahkan pada Kondisi Ekstrem

Untuk orang yang sembrono, ada satu hal yang perlu dipastikan sebelum membeli laptop: apakah tahan banting? Saat kuliah, saya pernah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Setelah mengerjakan tugas kelompok, saya dibonceng teman pulang ke kosan. Setibanya di depan pintu gerbang kosan, rok saya keserimpet dan saya jatuh sedemikian rupa sehingga tas saya yang berisi laptop membentur aspal. Sesampainya di kamar kosan, saya langsung buru-buru cek kondisi laptop. Laptop patah dengan kondisi menganga. Saya patah hati.

Sejak saat itu, laptop tahan banting memiliki nilai lebih bagi saya dan ExpertBook B7 Flip memenuhi kualifikasi tersebut. ExpertBook B7 mengantongi sertifikasi uji ketahanan berstandar militer AS (MIL-STD 810H). Tidak hanya itu, berbagai uji telah dilakukan untuk memastikan kekuatan dan ketangguhan ExpertBook B7 ini, bahkan pada kondisi ekstrem.

Uji Kekuatan ASUS ExpertBook B7 Flip

Teman Tangguh si Pedagang

Dulu, saya sering berkata, kayaknya gw ga cocok jadi pedagang. Kalimat yang terlontar menjadi jalan pintas untuk tidak berusaha membangun mental yang lebih baik dari kegagalan masa lalu. Setelah dimulai dengan pembelajaran, berdagang ternyata tidak sehoror itu. Benarlah kata orang-orang, berdagang memerlukan mental yang tangguh. Dan, mental tangguh tersebut tidak tiba-tiba saja jatuh dari langit. Perlu kerja keras. Bisa jadi, perlu kerja panjang. Semoga dalam perjalanannya, saya didampingi teman yang tangguh seperti ASUS ExpertBook B7 Flip ini. Untuk informasi yang lebih lengkap tentang ASUS B7, kamu bisa kunjungi web ASUS ya. Saya tampilkan spesifikasi ASUS ExpertBook B7 Flip (B7402) di bawah ini.

Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS ExpertBook B7 Flip (B7402) Blog Writing Competition bersama handikoo.com.

Referensi:

www.asus.com

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Kompetisi

1 komentar

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *