Big Why Ngeblog

Big Why Ngeblog

Jika kemarin-kemarin ada yang bertanya: apa sih big why ngeblog versi lu? Mungkin saya akan kesulitan menjawab dan memberikan jawaban yang mbulet. Jadi, saya mulai mencoba bercakap dengan diri sendiri tentang alasan kuat (strong why) ngeblog yang kelak akan menjadi cadangan tenaga untuk melewati rintangan.

Mungkin beberapa alasan saya ngeblog bisa sama dengan alasanmu ya. Kalau kamu masih menggali-gali big why ngeblog kamu, semoga tulisan ini membantu kamu menemukan alasan kuat kamu ya.

1. Berlatih Menulis

Ini salah satu alasan saya ngeblog: berlatih menulis. Saya percaya, menulis adalah keterampilan yang perlu terus diasah.

Sebenarnya, menulis bisa pakai media apa aja ya, ga mesti blog. Hanya saja, menulis di blog aksesnya mudah sekali. Tinggal buka handphone, lalu menulis. Bahkan ketika datang ide, kapan pun bisa langsung ditulis idenya dan dikembangkan kemudian.

Tulisan di blog juga tersimpan cukup lama, sehingga saya ga perlu khawatir tulisan hilang atau lupa taruh di mana (media buku kayak diari gitu ya biasanya).

Terkait berlatih menulis ini juga karena saya pengin jadi penulis. Kayak keren aja kalau jadi penulis. Ditambah lagi, jika penulis menjadi profesi saya kelak, saya ga perlu memilih antara menulis atau merawat anak-anak di rumah. Saya bisa melakukan keduanya.

2. Menyegarkan Pikiran

Tentang menyegarkan pikiran ini true story yang saya alami beberapa waktu lalu. Saya boleh cerita sedikit ya.

Beberapa waktu lalu, keluarga kami positif covid-19. Suami bahkan harus dirawat di rumah sakit karena bercak pada paru-parunya. Saat itu saya sungguh mumet dan membuat fisik semakin drop. Untuk mengurai carut-marut yang ada di kepala, saya mulai menulis di blog. Saya tulis kisah kami dengan covid-19 ini yang bisa dibaca di sini.

Kamu tahu, setelah menulis itu seperti ada beban yang terangkat dari hati, ada ruang yang lebih lega di kepala, sehingga akhirnya saya bisa mengontrol kembali emosi yang tadinya amburadul.

Big Why Ngeblog: Menyegarkan Pikiran

Saya akan ingat-ingat lagi ketika mumet melanda, saya akan menulis! Insya Allah.

3. Berpenghasilan dari Menulis

Jika saya harus berpenghasilan sendiri, saya ingin mendapatkan dari profesi yang cool: menulis (ya setidaknya ini menurut saya sih). Saya kira tidak perlu berpanjang-lebar bagaimana bisa penghasilan menjadi big why ngeblog ya. Kita semua sudah paham betul lah ya. Cabe rawit merah aja sekarang udah 140 rebu sekilo, Bund!

Plus, ketika belum menikah, suami saya pernah bercita-cita mempunyai istri seorang penulis. Jadi, saya kira jika menulis menjadi profesi yang menghasilkan saya kelak, tentu suami saya tidak hanya ridho, tapi juga bangga! Widii!

4. Mengabadikan Momen

Saya membayangkan belasan atau bahkan puluhan tahun kemudian, anak-anak saya masih bisa membaca tulisan-tulisan saya dan merasakan betapa saya mencintai mereka. Walau kata-kata tidak pernah cukup menggambarkan.

Saya terbiasa dikisahkan oleh Ibu saya bagaimana dulu Ibu saya dibesarkan, bagaimana orang tua saya berjuang untuk tetap bisa makan, bagaimana cara Ibu saya membagi waktunya untuk segala hal. Dengan menulis di blog, saya harap anak-anak bisa lebih bijak bersikap kelak.

Sebenarnya tidak hanya tentang merekam momen dalam lingkup keluarga saja, saya harap lingkupnya bisa lebih luas lagi. Semalam saya mendengarkan podcast kepo buku yang membahas tentang buku berjudul Wuhan Diary. Buku ini berawal dari tulisan pribadi penulis di setiap harinya yang mengisahkan tentang kondisi dia dan lingkungan saat wabah covid-19 mulai muncul dari Wuhan. Mungkin tadinya si penulis hanya ingin merekam momen, tapi sekarang orang-orang di belahan dunia lainnya bisa membaca kumpulan tulisan hariannya yang masih relate dengan kondisi saat ini.

5. Membagi Pandangan

Blog ini menjadi salah satu wadah saya mengeluarkan pendapat dan pandangan. Belakangan saya merasa terlalu cuek dan agak malas berpendapat atas sesuatu karena saya mungkin berada di arus yang berkebalikan dengan pada umumnya. Tapi, anti-mainstream juga tidak selamanya buruk, kan. Dengan membagikan pandangan, semoga saya pun turut belajar untuk meluaskan sudut pandang.

6. Memaksa Disiplin

Saya pernah rutin menulis setiap hari di blog selama kurang lebih 2.5 bulan. Terasa betul, saya jadi lebih disiplin. Disiplin mengatur waktu. Disiplin eksplorasi bahan tulisan. Disiplin memanfaatkan waktu luang untuk membaca dan menulis.

Saya kira saya perlu coba lagi menjadi displin dengan menulis blog. Atau mungkin perlu cari job nulis biar terasa paksaan disiplinnya? 😅

7. Obat Lupa

Rutinitas mengurus rumah dan mengasuh anak membuat saya lebih jarang membaca, apalagi menulis. Karenanya, saya merasa daya ingat saya lebih pendek. Lebih mudah lupa. Lupa kosakata. Lupa hari. Lupa nama orang (oh ini sih dari dulu 😅).

Tapi, ketika menulis ada proses membaca sebelumnya. Otak saya jadi lebih aktif. Kosakata saya menjadi lebih kaya. Daya ingat saya lebih panjang. Dan ajaibnya, mood saya menjadi lebih baik!

Saya kira itu beberapa alasan yang menjadi big why ngeblog untuk saya. Biasanya nih, apa-apa yang dituliskan begini akan terpatri di alam bawah sadar. Tau-tau sudah merasuk dan menjelma menjadi kekuatan yang mendobrak ke-mager-an. Wkwkwkwk. Semoga ya.

6 comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *