Rencana Masa Depan: Mau Apa 5 Tahun Lagi

Menuliskan rencana masa depan saat ini rasanya tidak seberani dulu saat usia 20-an. Jika dulu, segala jalan terasa membentang, rintangan siap dihadapi, jiwa bertempur banget lah pokoknya. Sekarang lebih banyak ngerem, penuh pertimbangan.

Walaupun demikian, saya tidak merasa kehilangan jiwa bertempur terlalu banyak sih. Karena ada hal yang ingin saya kerjakan di masa depan walaupun belum tau bagaimana jalannya. Setidaknya saya tidak mau menyesal karena tidak mencoba. Worth to try lah.

Rencana ini mengambil cut off time pada 5 tahun mendatang. Saya perkirakan, pada saat tersebut, anak-anak sudah masuk sekolah dan usia saya menuju akhir 30-an. Apa kira-kira yang bisa dilakukan pada kondisi tersebut?

Bismillah. Yuk intip apa aja rencana masa depan saya untuk 5 tahun mendatang.

Menjadi Penulis Profesional

Saya sedang dalam perjalanan menuju ke sana. Walaupun dengan langkah kecil, saya ingin pastikan kalau saya tidak berhenti untuk menjadi penulis profesional.

Kadang saya tidak percaya diri, apa betul menjadi penulis adalah jalan yang benar? Bukan tanpa alasan, karena saya kok merasa kurang gigih.

Tetapi, orang-orang terdekat meyakinkan saya kalau saya punya kemampuan di bidang ini. Mereka terus memberikan dukungan berarti. Saya terharu. Karenanya, kadang saya perlu untuk melihat kembali apa alasan saya menulis, termasuk dalam ngeblog. Bagaimana awalnya saya memulai menulis blog?

Dengan begitu, saya seperti diingatkan kembali tentang latar belakang dan tujuan saya kenapa ingin menjadi penulis.

Lalu, apa definisi penulis profesional terkait rencana masa depan saya? Saya mendefinisikan penulis yang menjadi profesi. Saya membayangkan saya mempunyai jadwal rutin menulis dan produktif menelurkan karya berupa buku fisik yang diterbitkan oleh penerbit mayor. Aamiin!

Rencana masa depan
Sumber gambar: Canva

Mengajar Tahsin

Salah satu tujuan saya belajar tahsin agar saya bisa mengajarkan langsung tahsin kepada anak-anak saya. Tujuan ini sudah mulai terealisasi. Beberapa bulan yang lalu saya mulai mengenalkan huruf hijaiyah dan cara membacanya pada Ibrahim saat usianya 3 tahun.

Namun, saya kira ilmu yang saya terima dari para guru terlalu berharga jika hanya sampai pada saya dan keluarga. Saya ingin ilmu ini membawa manfaat yang lebih luas.

Ini bukan tentang tujuan yang bersifat materialistis, tetapi tentang mengalirnya ilmu kepada mereka yang membutuhkan. Lebih jauh, ini adalah tentang investasi akhirat. Semoga Allah ridho.

Punya Bisnis

Rencana ini yang ingin direalisasikan saat ini tapi terkendala alokasi waktu yang belum memadai. Bagaimanapun juga, saya ingin terus dekat dengan anak-anak pada periode 5 tahun pertama mereka.

Saya berharap, pada 5 tahun nanti, saya dan suami sudah memiliki bisnis yang settle dan kami cintai. Namun, sampai sekarang kami masih eksplorasi bisnis apa yang kira-kira cocok dan kami menyukainya.

Sempat terpikir nyebur di bisnis kuliner. Bisa sih, tapi saya masih harus belajar dengan gigih lagi, melihat berbagai selah, memelajari beberapa teknis dan lain sebagainya. Salah satu alasan utama kenapa berminat ambil bisnis kuliner hanya karena saya suka ngemil.

Rencana masa depan
Sumber gambar: Canva

Berkarya dengan Bahasa Arab

Pada tahun 2021 ini, saya berencana mulai belajar bahasa arab. Sebenarnya, belajar bahasa Arab bukan barang baru buat saya. Saya sudah 2 kali belajar di kelas online BISA dan 2 kali gugur di tahapan terakhir.

Namun, saya percaya bahasa arab mudah untuk dipelajari. Jika Fiki Naki bisa belajar bahasa Rusia dalam beberapa bulan via YouTube, maka saya punya kesempatan yang sama dalam belajar bahasa Arab. Meski pun pernah gagal berkali-kali.

Karenanya, tahun 2021 ini saya berencana mendaftar kelas offline Bahasa Arab, tadinya. Lalu kondisi pandemi menyerang dan rencana yang sudah dibuat perlu penyesuaian.

Walaupun demikian, saya berharap rencana ini bisa terealisasi dimulai dari tahun ini. Jika kondisi lancar, saya ingin berkarya dengan bahasa arab yang sudah saya pelajari kelak. Entah berkarya dalam bentuk apa, hanya saja saya tidak ingin sia-sia ilmu yang sudah saya terima. Semoga Allah mudahkan jalannya. Aamiin.

Itu rencana masa depan saya dalam 5 tahun ke depan. Kamu ada rencana apa untuk 5 tahun yang akan datang?

3 komentar

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *