7 Hal yang Membuat Bahagia

Sudah bahagia hari ini? Dari tema harian yang diberikan BPN, menyelami tentang apa saja hal yang membuat bahagia sangat menyenangkan. Hanya dengan memikirkannya saja sudah membawa kegembiraan tersendiri. Ajaib betul bahagia ini, hanya dimulai dari pikiran, lalu bahagia seketika.

Saya punya beberapa hal yang membuat bahagia, dari yang filosofis hingga teknis. Saya pikir-pikir, kemudahan kita dalam berbahagia adalah sebuah kenikmatan tersendiri loh.

Saya pernah membaca cerita tentang seorang bapak tua yang sangat bahagia ketika diberi minyak goreng 2 liter. Saya jadi iri dan menata hati, kenapa stok minyak yang ada di rumah tidak membuat hati saya gembira seperti bapak tersebut? Kenapa apa-apa yang dimiliki tidak sering-sering disyukuri agar perasaan bahagia lebih sering menetap?

Seringnya begitu ya, kita menetapkan sendiri syarat bahagia dengan sulit, akhirnya hati jadi lebih sering mengeluh ketimbang bersyukur lalu bahagia.

Anyway, ini dia 7 hal yang membuat bahagia.

Me-time dengan Tenang

Hal yang Membuat bahagia
Sumber gambar: Canva

Saat bisa me-time dengan tenang, saya sudah cukup bahagia. Kondisi yang tenang dan melakukan kegiatan yang disukai tanpa bising teriakan atau tangisan anak-anak sudah bisa bikin bahagia.

Emak-emak dengan anak-anak balita pasti paham ya kondisi seperti ini. Tidak jarang juga, pas anak-anak tidur, pas Emaknya juga capek dan butuh tidur. Me-time hanya jadi angan menunggu kesempatan di saat lain.

Merasa Cukup

Apa sih yang membuat tidak bahagia? Salah satunya tidak merasa cukup. Mudah merasa kurang dan mudah merasa merana sebenarnya kondisi yang diciptakan sendiri oleh pikiran dan buah dari ketidakbersyukuran, menurut saya.

Dalam kondisi hati saya lapang, mudah merasa cukup dengan apa-apa yang dimiliki, saya merasa begitu bahagia. Bahagia karena tidak mengangankan yang tidak ada. Bahagia karena mampu mengabaikan keinginan yang tidak dibutuhkan. Bahagia karena mudah bahagia.

Main Bersama Anak-anak

Saya suka main bersama anak-anak. Hanya saja, saat bermain bersama anak-anak seringnya saya tidak menikmati karena dibayang-bayangi pekerjaan rumah yang harus dikerjakan.

Karenanya, saat liburan ke rumah Neneknya anak-anak sangat berarti di mana saya bisa rehat sejenak dan meluangkan waktu lebih banyak main dengan anak-anak.

Permainan yang kami gemari di antaranya: petak umpet, menggambar dan mewarnai, kejar-kejaran, susun balok, dan tebak kata. Karena anak-anak saya laki-laki semua, kegiatan main lebih sering yang melibatkan fisik. Lumayan, anggap aja olahraga.

Selain menikmati main bersama anak-anak, saya juga merasa bahagia saat melihat Suami meluangkan waktu bermain bersama anak-anak. Aura kebahagiaan yang terpancar menular.

Selalu Tersedia Camilan

Hal yang Membuat bahagia
Sumber gambar: Canva

Camilan adalah penyelamat pertama pada saat bad mood dan jenuh melanda. Saya lebih suka camilan manis dibandingkan asin. Lebih baik lagi kalau camilannya semacam bolu atau roti-rotian, karena bikin mudah kenyang. Bad mood atau laper, Bund?

Memberikan Surprise

Apa yang membuat bahagia dari memberi surprise? Saya suka melihat sensasi terkejut dan gembira orang yang diberi surprise. Apalagi jika diikuti dengan iringan doa dari yang bahagia diberi surprise. Rasanya adem betul di hati!

Biasanya saya memberi surprise kepada orang terdekat, suami dan anak-anak. Tidak jarang juga saya berikan surprise kepada orang tua atau teman dekat.

Quality Time dengan Suami

Ngobrol ngalor ngidul sama suami aja udah cukup bikin bahagia buat saya. Berhubung suami cenderung humoris, kalau ngobrol, ada aja yang bikin ketawa. Apalagi kalau inget quality time dengan pasangan termasuk yang berpahala, jadi seneng berlama-lama.

Selain ngobrol, kami juga suka nonton bareng. Ada satu serial yang suka kami tonton bareng: Malam Minggu Miko. Nonton bareng, ketawa bareng, bikin happy banget!

Bebas Utang

Hal yang Membuat bahagia
Sumber gambar: Canva

Sewaktu saya masih kerja dan single, beberapa teman kantor yang seangkatan sudah mulai cicil rumah. Katanya, kapan lagi, mumpung belum ada tanggungan keluarga. Apalagi jangka waktunya lama, bisa 15 hingga 20 tahun.

Waktu itu saya tidak tergiur karena saya tidak mau dibayang-bayangi utang, bahkan untuk barang yang belum saya perlu saat itu (kan masih tinggal sama orang tua). Dan saya tidak menyesal mengambil keputusan tersebut. Hidup tanpa utang itu enak banget, bebas dan bahagia!

Untuk kamu yang masih belum bisa melunasi utang, semoga Allah mudahkan lunas semua utang-utang kamu.

Segitu aja kiranya hal yang membuat bahagia. Kalau kamu, apa yang membuat kamu bahagia?

2 comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *