Kampanye #KejuAsliCheck: Cegah Kekurangan Kalsium Sejak Dini

Dukung Kampanye KejuAsliCheck

Kampanye #KejuAsliCheck: Cegah Kekurangan Kalsium Sejak Dini- Seorang teman saya mengeluhkan jarinya patah karena jatuh dari mobil bak. Ini bukan kali pertama. Di waktu kecilnya, ia sering sekali cedera tulang karena jatuh atau insiden lainnya. Yang terparah, tulang lengannya patah hingga menonjol keluar saat lengannya ditekuk.

Usut punya usut, ia sering mengonsumsi susu kental manis (SKM) sebagai pengganti susu di waktu kecilnya. Kondisi ekonomi keluarganya berada di bawah garis kemiskinan, SKM dinilai sebagai pengganti susu yang masih mampu djangkau.

Orangtuanya tidak tahu kalau SKM bukanlah produk susu dan minim kandungan kalsium.

Manfaat Kalsium dan Vitamin D

Ternyata kecukupan kebutuhan kalsium seseorang sedari kecil membawa pengaruh pada tubuh kita dalam jangka waktu panjang. Tidak bisa main-main, kita perlu lebih aware dengan kebutuhan kalsium ini. Terlebih sebagai orangtua, masa depan tubuh anak kita ditanam sejak bayi. Karena itu, kita perlu memiliki pengetahuan dasar tentang gizi dan pengaruhnya pada tumbuh kembang anak.

Jadi, kita perlu tahu hal yang paling dasar, apa sih manfaat kalsium bagi tubuh?

Dilansir dari laman hellosehat.com, kalsium berfungsi untuk menjaga kekuatan tulang dan otot, serta menggerakkan sistem saraf dalam menyampaikan pesan antara otak dan seluruh bagian tubuh.

Dalam proses penyerapannya, kalsium dibantu vitamin D agar kalsium dapat terserap optimal dalam tubuh. Vitamin D membantu penyerapan kalsium dari makanan.

Lalu, bagaimana jika tubuh kekurangan kalsium dan vitamin D? Kayaknya serem ya, mengingat pentingnya fungsi mereka bagi tubuh.

Bahaya Kekurangan Kalsium

Walaupun tidak terlalu terlihat di masa kecil, kekurangan kalsium dapat menyebabkan osteoporosis di kemudian hari. Osteoporosis dapat memicuh kerapuhan tulang dan peningkatan risiko patah tulang. Oleh karena itu, kita perlu menyadari gejala-gejala awal yang bisa dicurigai sebagai gejala kekurangan kalsium. Health.kompas menjabarkan tujuh gejala yang dialami tubuh saat kekurangan kalsium:

  1. Masalah Otot. Seseorang yang kekurangan kalsium mungkin mengalami kesemutan pada beberapa bagian tubuh, nyeri otot, kram, dan kejang. Gejalanya mungkin tidak dirasakan terus menerus namun cenderung tidak dapat hilang dalam jangka waktu yg lama
  2. Gejala Kuku dan Kulit. Dalam jangka waktu lama, kekurangan kalsium dapat menyebabkan permasalahan kuku dan kulit seperti kulit ekstrem, kuku cenderung rapuh, dan peradangan kulit yang menyebabkan gatal dan bercak merah.
  3. Kelelahan Ekstrim. Orang dengan kalsium rendah berpotensi terkena kelelahan ekstrim dengan kondisi lelah dan tidak bertenaga secara keseluruhan.
  4. PMS parah. Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2017, kondisi kekurangan kalsium yang parah memungkinkan menyebabkan gejalan PMS.
  5. Masalah Gigi. Saat seseorang kekurangan kalsium, tubuhnya akan mengambil kalsium dari sumber kalsium yang ada pada tubuhnya, salah satunya gigi. Kondisi ini mengakibatkan gigi menjadi lebih rapuh dan berpotensi menderita kerusakan gigi lainnya.
  6. Depresi. Beberapa bukti menunjukkan hubungan kekurangan kalsium dengan depresi pada seseorang. Namun demikian, perlu penelitan lebih lanjut untuk benar-benar memastikan hubungan kurangnya kalsium dengan depresi.
  7. Osteoporosis dan Osteoperina. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ketika seseorang mengalami kekurangan kalsium secara keseluruhan, tubuhnya memiliki mekanisme untuk mengambil kalsium dari sumber kalsium yang ada pada tubuh, salah satunya tulang. Lama kelamaan, tulang akan mengalami penurunan kepadatan tulang atau osteoperina. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu panjang, maka tulang akan mengalami kerapuhan atau osteoporosis.

Dengan mempertimbangkan bahaya dari kekurangan kalsium dalam jangka waktu panjang, saya pikir para Ibu harus lebih aktif lagi dalam memberikan makanan atau minuman bernutrisi cukup kalsium kepada anak. Sedari diri kita cukupi kebutuhan kalsium anak untuk masa depan yang sehat dan bugar.

Kampanye #KejuAsliCheck dan Edukasi Orangtua

Salah satu cara mencegah kekurangan kalsium adalah dengan mengonsumsi keju yang termasuk salah satu produk olahan susu. Para Ibu, termasuk saya, mengandalkan keju sebagai sumber kalsium bagi anak karena rasanya enak dan cukup digemari anak-anak.

Namun demikian, tidak semua orangtua, khususnya Ibu, memiliki pengetahuan yang mumpuni dalam memilih keju yang baik. Dengan banyaknya jenis keju cheddar yang beredar di pasaran membuat para Ibu kesulitan menentukan keju cheddar berkualitas baik yang memenuhi komposisi bahan baku yang tepat dan bergizi untuk anak-anak.

Berdasarkan survei yang dilangsungkan oleh KRAFT kepada responden yang mayoritas adalah Ibu-ibu, ditemukan fakta bahwa sebesar 77% responden memiliki kebiasaan melihat label pangan sebelum membeli produk. Namun, lebih dari 48% responden tidak tahu cara membaca susunan komposisi dengan benar. Menariknya, lebih dari 61% responden tidak tahu bahwa produk keju cheddar yang beredar di pasaran tidak semuanya memiliki bahan utama keju cheddar.

Mempertimbangkan pentingnya edukasi kepada konsumen, KRAFT mengambil peran dengan mengadakan Kampanye #KejuAsliCheck. Dian Ramadianti, Senior Marketing Manager Keju KRAFT, mengungkapkan tujuan kampanye ini adalah untuk memudahkan para Ibu dalam membaca label pangan pada kemasan keju cheddar. Dengan begitu, diharapkan para Ibu mampu memilih keju yang berkualitas untuk dikonsumsi keluarga.

Checklist Kampanye #KejuAsliCheck

Kampanye #KejuAsliCheck ini sangat mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum membeli keju, konsumen yang biasanya para Ibu diharapkan melakukan cek label dengan 2 check berikut:

Memastikan Keju pada Urutan Pertama Komposisi

Pencantuman label pada produk makanan bertujuan untuk memberikan pengetahuan benar dan jelas kepada konsumen setiap produk pangan yang dikemas sebelum membeli atau mengonsumsi produk tersebut.

Berdasarkan peraturan Badan POM, pengurutan kandungan pada produk makanan dilakukan berurutan dari yang memiliki kandungan paling besar.

Oleh karena itu, sebelum membeli keju cheddar, check pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan keju berada pada urutan pertama komposisi pada label produk. Hal itu berarti keju menjadi bahan utama pembentuk keju cheddar, bukan air atau tepung.

Memiliki Klaim Nutrisi pada Kemasan

Check kedua yang digagas oleh Kampanye #KejuAsliCheck adalah memastikan keju cheddar tersebut memiliki klaim nutrisi pada kemasannya. Informasi klaim nutrisi biasanya berada pada sisi kemasan yang sama dengan informasi label produk makanan.

Konsumen dapat memastikan bahwa keju cheddar yang akan dibeli benar memiliki nutrisi yang tepat sesuai kebutuhan.

Kenapa Pilih KRAFT Cheddar?

Kraft Cheddar Kampanye #KejuAsliCheck

Bahan Baku Utama Keju Asli New Zealand

KRAFT Keju Cheddar telah memenuhi 2 check penting sesuai dengan Kampanye #KejuAsliCheck.

KRAFT Keju Cheddar berbahan baku utama Keju New Zealand yang mengandung Calcimilk yang kaya akan kalsium, protein, dan vitamin D. Nutrisi-nutrisi tersebut sangat dibutuhkan tubuh, terlebih pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Memiliki Klaim Nutrisi yang Jelas

KRAFT Keju Cheddar memiliki klaim nutrisi pada bagian belakang kemasan yang bisa dilihat rinciannya dengan sangat jelas. Dengan mengonsumsi KRAFT Keju Cheddar dapat memenuhi 30% kebutuhan kalsium harian, protein, dan vitamin D.

Rasanya Nikmat

Ketika disebutkan keju cheddar, yang langsung terbayang di pikiran saya adalah keju cheddar KRAFT, merk keju terpercaya keluarga kami. Kami memilih KRAFT Keju Cheddar karena rasanya yang nikmat dan kuat rasa kejunya. Dan ternyata, KRAFT Keju Cheddar tidak ditambah perisa tambahan loh! Aman buat anak, Bund!

Bisa Dikreasikan untuk Berbagai Macam Penganan

Anak-anak saya termasuk picky eater. Saya perlu putar otak untuk menyajikan penganan yang bergizi dan digemari anak-anak. Pergumulan saya di dapur untuk menghidangkan penganan bergizi untuk anak-anak sering antiklimaks: ditolak anak-anak. Namun, beberapa hari yang lalu sungguh berbeda.

Demi memanfaatkan pisang ambon yang terlalu matang, tempo hari saya membuat bolu pisang ber-topping keju cheddar dari KRAFT. Tidak menunggu dingin, bolu yang baru keluar dari oven langsung diserbu anak-anak. Wangi pisang berpadu keju yang khas menjadi daya tarik yang memikat untuk anak-anak. Sekitar 15 menit kemudian, bolu hanya tersisa setengah loyang. Anak-anak yang lahap makan tentu membuat hati orangtua senang.

Untuk menularkan kegembiraan, saya bagikan resep bolu pisang topping keju cheddar yang digemari anak-anak saya. Semoga bermanfaat untuk Ibu-ibu yang sedang mencari menu alternatif untuk si kecil.

Resep Bolu Pisang

Bahan-bahan yang perlu disiapkan:

Ide Cemilan Bolu Pisang untuk Anak
  • 3 butir telur
  • 150 gram gula pasir
  • 180 gram tepung terigu
  • 1,5 sendok teh baking powder (saya menggunakan baking powder double action)
  • 0,5 sendok teh soda kue
  • 0,5 sendok teh vanili bubuk
  • 4 buah pisang ambon matang ukuran sedang, lumatkan
  • 120 gram mentega atau margarin, lelehkan
  • Keju Cheddar KRAFT sesuai selera (untuk topping)

Cara Membuat Bolu Pisang:

  1. Panaskan oven pada suhu 180 derajat celcius.
  2. Kocok lepas telur dengan ballon whisk hingga beberapa saat, lalu tambahkan gula dan kocok kembali hingga tercampur rata. Sisihkan.
  3. Di wadah terpisah, ayak tepung terigu, baking powder, soda kue, dan vanili bubuk.
  4. Masukkan campuran tepung ke dalam campuran telur dan gula secara bertahap, kocok dengan ballon whisk hingga tercampur rata.
  5. Masukkan pisang yang telah dilumatkan dan mentega/margarin leleh. Aduk rata menggunakan spatula.
  6. Olesi loyang dengan margarin dan taburi tepung tipis-tipis. Untuk lebih praktis, taburan tepung bisa diganti oleh baking paper. Saya menggunakan loyang berukuran 27 cm x 10 cm x 7 cm.
  7. Tuan adonan ke dalam loyang dan hentakkan loyang untuk menghilangkan udara yang terperangkap di dalam adonan.
  8. Beri topping KRAFT keju cheddar yang sudah diparut.
  9. Panggang adonan bolu di dalam oven selama 45-50 menit atau sampai matang. Gunakan tes tusuk untuk memastikan bolu sudah matang.
  10. Bolu pisang ber-topping keju siap dihidangkan!
Bolu Pisang Enak menggunakan Keju Cheddar KRAFT

Untuk kreasi penganan lainnya berbahan keju cheddar, Bunda bisa mengambil inspirasi di Bundakraft.

KRAFT Keju Cheddar #KejuAsliCheck

Saya semakin yakin untuk memberikan KRAFT keju cheddar kepada keluarga di rumah karena terbukti KRAFT Keju Cheddar telah memenuhi keaslian keju sesuai dengan poin-poin pada kampanye #KejuAsliCheck. Rasanya yang nikmat, membuat KRAFT keju cheddar menjadi kesukaan anak-anak. Yang paling utama, dengan mengonsumsi KRAFT Keju Cheddar dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian kita.

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Kompetisi

20 komentar

  1. Saya baru tau, kalau kekurangan kalsium bisa bikin depresi juga. Kalsium berarti gak cuma untuk fisik aja ya. Salah satu kebutuhan kalsium memang bisa didapat dari keju cheddar, tentunya keju cheddar yang berkualitas baik ya…

  2. Iya harus lebih cermat pilih keju cheddar untuk anak ya. Apalagi anak-anak sedang masa pertumbuhan, sangat membutuhkan kalsium, vitamin dan nutrisi lainnya. Kalau bukan keju asli ngeri juga dengan kandungannya. Nanti tidak maksimal.

    1. Alhamdulillah dpt tips lagi nih ,jd gk pake asal pilih keju yg sembarangan,, keju Kraft emng enak bgt,trimkasi ka indah infonya. 🤗

  3. Kraft cheddar emang paling pilihan sih.. walau udah banyak cheddar2 lain yg lebih murah..upss🤭🤭

  4. mengecek label dalam kemasan jadi perkara wajib dan semakin dikedepankan, setelah kampanye #kejuaslicheck ini, wawasan jadi tambah banyak. thankyou ka for sharing.

  5. Eyangnya anak-anak sering bikin nih mbak, bolu pisang keju, dan itu bolunya dikukus karena ga punya oven, suedaaaap sekali, bisa tahan 4- hari loh di luar

  6. Wuah, enak banget nih. Bolu pisang disajikan dengan keju. Apalagi kejunya sudah dipastikan dengan kualitas terbaik. Saya pun juga baru tahu kalau keju ini merupakan susu padatan dan SKM itu bukanlah susu.

  7. Waktu saya kecil SKM masih dianggap susu, jadi banyak yang menganggapnya sebagai minuman sehat. Serem juga ya dampak-dampak kurang kalsium itu. Untungnya anak-anak saya doyan keju, digadoin malah. Kejunya KRAFT dong yang kandungan utamanya jelas-jelas keju cheddar, bukan terigu atau air.

  8. Waktu saya kecil SKM masih dianggap susu, jadi banyak yang menganggapnya sebagai minuman sehat. Serem juga ya dampak-dampak kurang kalsium itu. Untungnya anak-anak saya doyan keju, digadoin malah. Kejunya KRAFT dong yang kandungan utamanya jelas-jelas keju cheddar, bukan air atau terigu.

  9. Saya suka dengan kampanye #KejuAsliCheck ini, karena bisa mengedukasi kita, khususnya para ibu dalam memilih keju. Karena di luaran sana masih bayak keju cheddar yang bahan utamanya tepung atau air.

  10. wah….banyak juga bahaya kalau anak kekurangan kalsium ya mbak indah, ngomong2 resepnya oke mbak, cuusss ah…saya pengen nyobain nih, hmmm….nyummy…

  11. Tosss mba pilih keju cheddar Kraft jugaaa. dan setelah baca tentang kampanye #kejuaslicheck jadinya lebih aware terhadap kualitas keju … bermanfaat inih kampanye nya

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.