Perjalanan Blog: Covid19, Google AdSense, dan Komunitas Blogger

Perjalanan Blog: Covid19, Google AdSense, dan Komunitas Blogger – Suatu hari saya berada di titik bawah mental dan fisik. Saat itu, Januari 2021, saya dan keluarga terkena covid-19. Suami harus dirawat di RS, sedangkan saya harus menguatkan diri di rumah bersama 2 anak balita yang tidak terlihat seperti orang sedang sakit: full energy!

Ini adalah cerita bagaimana covid19, google adsense, dan komunitas blogger memengaruhi perjalanan blog saya.

Covid19 dan Blog

Saat itu, belum genap setahun covid-19 pandemi di Indonesia dan saya masih kalut saat covid menyerang keluarga kami. Dengan fisik yang anjlok, kepala saya juga dipenuhi kekhawatiran, kesedihan, dan urusan-urusan lain. Emosi saya menjadi tidak stabil. Sering marah ke anak, kemudian menangis tiba-tiba.

Sampai akhirnya saya mencoba mengurai isi kepala saya dengan menulis blog. Saya menulis berhari-hari sembari mencatat rekam jejak sakit kami sejak gejala pertama.

Saya ceritakan kronologi kejadian kami terkena covid dari yang awalnya hanya meriang hingga akhirnya kami dinyatakan sembuh. Ajaibnya, saya merasa jauh lebih baik setelah saya menulis blog.

Saya juga bisa menceritakan kondisi saya dan keluarga tanpa harus sering mengulang cerita pada mereka yang bertanya. Mereka bisa langsung membaca blog yang saya bagikan link-nya pada status whatsapp. Doa dan dukungan keluarga, tetangga, dan teman-teman saat itu menjadi penguat bagi saya untuk menjalani hari.

Nebeng Nulis di Blog Orang Lain

Sebetulnya, saat itu bukan kali pertama saya menulis blog. Pertama kali saya menulis blog itu karena tugas kuliah. Jangan tanya isinya, copas sana sini dengan bahasa yang kaku. Selesai kuliah, blog saya hapus. Saya kira perjalanan menulis blog saya berhenti sampai di situ. Ternyata tidak!

Saya mulai menulis blog lagi pada April 2018. Itu pun di blog orang lain. Kok bisa?

Komunitas Blogger

Orang lain itu adalah suami saya. Hehehe. Suatu hari ia menawarkan saya untuk melakukan lagi hobi lama saya: menulis. Saya suka menulis, tapi saya tidak suka blog. Alasanya sederhana: saya merasa asing dengan blog.

Setelah dibujuk beberapa kali, akhirnya saya membuka pikiran saya dan mulai menulis di blog. Sebagai awalan, ia meminjamkan blognya untuk saya tulisi sesuka hati. Oleh suami, saya dibuatkan subdomain dari blog miliknya: pei.nwr.web.id. Nama blog yang kurang enak dibaca. Saat itu saya belum paham kalau ternyata penting juga untuk punya nama blog yang enak dibaca.

Sejak itu, saya mulai menulis blog, tapi belum rutin.

Hadiah: Pengajuan Google Adsense Diterima

Saya mulai menulis apa saja yang saya kira bermanfaat untuk dibaca. Menulis pun saya tidak terpikir tentang SEO, boro-boro adsense.

Di luar dugaan, suatu hari suami saya mengabarkan dengan mata berbinar: permohonan google adsense disetujui! Barulah saat itu saya tahu, suami mengajukan permohonan google adsense untuk dipasang pada blog miliknya. Padahal, tulisan di blog suami tidak banyak, kurang dari 10 tulisan.

Bagaimana bisa pengajuan Google Adsense disetujui dengan jumlah tulisan kurang dari 10? Karena google memperhitungkan tulisan pada blog saya sebagai subdomain dari blog suami. Sehingga kuantitas dan kualitas blog kami berdua dilihat sebagai satu blog. Setidaknya total 30 tulisan terkumpul dari kedua blog kami.

Diterimanya Google Adsense seolah menjadi hadiah sekaligus petunjuk Allah untuk tetap terus menulis. Tetapi, saya perlu kekuatan dari luar diri saya untuk mendorong saya rajin menulis.

Lingkungan Baru: Komunitas Blogger

Di September 2020 saya melihat pengumuman penerimaan anggota komunitas menulis. Saya beranikan diri mendaftar komunitas tersebut dan diterima.

Sejak saat itu, saya jungkir-balik menulis setiap hari selama +/-3 bulan demi tidak didepak dari grup. Namun demikian, terbayar setelah lulus orientasi komunitas tersebut.

Setelah lulus, kami diminta masuk kelompok peminatan dan saya memilih kelompok blogger. Jadilah saya mempunyai lingkungan baru bersama blogger lainnya. Penasaran apa nama komunitas ini? Kamu bisa cari tau di sini ya.

Tidak hanya satu, saya mencoba berkelana pada komunitas blogger lainnya. Salah satunya Blogger Perempuan Network.

Komunitas Blogger

Manfaat Komunitas Blogger

Setelah bergabung dalam komunitas tersebut, saya menjadi lebih peka menangkap ide tulisan dari kondisi di sekitar. Saya merasakan betul manfaat berkomunitas sebagai blogger. Setidaknya saya mencatat beberapa manfaat berikut yang didapatkan dari komunitas blogger:

Belajar A-Z Blogging

Dari komunitas ini saya berkesempatan belajar blog dari dasar, termasuk juga belajar tentang Search Engine Optimization (SEO).

Tidak berhenti di situ, serba-serbi blogging dipelajari dan diskusikan bersama. Blogger senior yang sarat pengalaman juga tidak pelit berbagi ilmu.

Membentuk dan Memperluas Jejaring

Saya pikir tadinya tidak berjejaring pun tidak mengapa, toh saya tetap bisa menulis. Kemudian saya tahu, dengan berjejaring impact yang dihasilkan bisa lebih luas.

Berjejaring ini sangat berperan dalam peningkatan kualitas menulis saya sedikit demi sedikit.

Sharing Info Lomba dan Job

Bagaimana cara mengukur kualitas tulisan pada blog? Salah satunya berpartisipasi pada kompetisi. Di komunitas blogger, info tentang lomba juga dibagikan.

Selain info kompetisi, sering juga dibagikan info tentang job yang membutuhkan peran blogger.

Setelah bergabung dalam komunitas, saya melihat menulis blog bisa lebih bermakna dan ber-cuan. Hehehe.

Kelompok yang Menguatkan

Ada kalanya dalam berproses semangat turun drastis. Di situlah komunitas berfungsi layaknya sahabat akrab. Kita dikuatkan secara langsung maupun tidak langsung.

Hadiah dari Suami: Blog Pribadi

Kembali pada perjalanan menulis blog.

Setelah berhasil menulis rutin (hampir) setiap hari selama 3 bulan, saya kembali pada kebiasaan lama yang jarang menulis.

Ternyata 3 bulan belum berhasil membentuk kebiasaan menulis saya. Sampai suatu hari di akhir tahun 2020, suami memberikan hadiah berupa alamat blog untuk saya. Blog saya resmi terpisah dari blog suami, yipie!

Komunitas blogger

Saya pilih nama indahpei untuk blog ini. Dengan mempertimbangkan banyak hal, saya putuskan blog lama tetap saya pelihara dengan niche lifestyle blogging dan blog baru ini saya tujukan untuk niche review buku dan isu-isu literasi lainnya.

Banyak harapan untuk blog ini dan pelan-pelan saya akan belajar lebih baik lagi untuk membentuk kualitas tulisan yang lebih baik.

Mengukir Kualitas Menulis

Satu demi satu ruang belajar saya ikuti. Agar bermanfaat, saya praktikan satu per satu ilmu yang sedikit pada tulisan-tulisan saya. Saya beranikan diri mengikuti kompetisi blog untuk melihat sejauh mana tulisan saya sudah memenuhi standar tertentu.

Harapannya, perjalanan blog ini masih terus berjalan dengan banyak kebaikan yang dibuat. Mohon doanya ya teman-teman agar blog ini bermanfaat bagi yang menulis dan membacanya. Aamiin.

5 komentar

  1. ikut seneng, perjalanan ngeblognya masih berlanjut sampe sekarang.
    dan nulis juga bisa menjadi self healing. aku sendiri juga gitu soalnya.
    alhamdulilah adsensenya diterima ya mbak, ikutan seneng

  2. Iiih.. kereeen bgt mamaknya Ibrahim iniii..❤️😍😍
    Btw klo mau ngajuin google adsense emg gmana cara n syaratnya yaa? Jdi termotivasi utk kembali ngeblogging lg yg udah lama ga kesentuh sejak masuk Dunia kerja huhu..
    Barakallah yaa teeh..smoga smakin banyak inspirasinya..🤗🤗

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *